Bila Feminism Tidur Sekatil Dengan Neoliberalism

Lolita Quarantasei

Beberapa minggu lepas aku turun dari LRT and ternampak papan iklan Vivy Yusoff dengan kapsyen “Muslimah intellektual“. In all honesty, aku benci iklan meloyakan ini yang menjual agama. Tapi bila kau gabungkan empowerment wanita, agama dan marketing, ia menjadi sebuah “Holy Trinity of Shit”.

Awal kurun ke 20, demonstrasi Torch of Freedom yang berlaku di jalan jalan besar di New York yang kononnya untuk meruntuhkan sistem patriarki telah ditaja dengan marketing, penuh dengan cap jari kapitalisme. Jurufikir PR, Edward Bernays ialah pelopor engineering of consent. Jual rokok kepada feminist dan berjaya menyuntik idea rokok sebagai simbol emansipasi wanita hanya untuk melariskan jualan rokok.
Strategi licik ini berevolusi sampailah sekarang.

Feminism kini tidur sekatil dengan kapitalism, menjadi pengukuh kepada mass consumerism. Feminism yang sepatutnya melawan sistem hierarki itu sendiri menjadi hamba.  Why?
Kita yang berlumba lumba membeli baju dari H&M yang terkenal dengan sweat shop labour; 80% pekerja adalah wanita dan kanak-kanak TAPI liberal feminists hanya sibuk laungkan isu jurang gaji di tempat kerja? Puak liberals dalam tak sedar telah terperangkap dalam kondisi “doublethink” coined by Orwell.

Feminism sendiri menjadi lubuk yang sangat lucrative untuk free market fundamentalists.  Atas dasar women’s empowerment, yang di feminism itu sendiri, wanita berlumba-lumba untuk menjadi agen free market, mendaki tangga to be as equal as men untuk memegang kuasa executive – cuma memperkasakan sistem hierarki itu sendiri.

Partriarki bukanlah sistem gender tapi sistem kuasa. Wanita yang berjaya  to break the highest ceiling dan berkuasa dalam sistem partriarki itu bukanlah seorang matriarch tapi seorang patriarch. So to hell with Hillary, queen Elizabeth, queen Victoria, Thatcher, May, Merkel, Christine Lagarde etc.

By tapping into our fragile minds, kita punyai tanggapan feminism is sexy and like fashion, you have to fit in. Kita membeli langkah kita ke dalam sistem kekuasaan and ke dalam kancah bahaya. Ke dalam kancah fasisme – memanjakan kemahuan manusia kepada neo-tribalism; It’s them against us. Men against women. Dasar fragmentasi feminism yang rapuh telah menjadi  kuda untuk  ethos neoliberalism.
Kau ada kerja stabil, kau disogok lagi dengan idea yang kau mempunyai the CHOICE to choose apa jenis hidup kau nak… which in truth, you have none.

Kalau dulu feminism gah melaungkan social solidarity, kini gah meraikan female entrepreneurship. Anna Wintour, Kim Kardashian, Neelofa and of course Vivy Yusoff menjadi icon “feminism” yang menghiasi social media.  Kita menjadi advocate untuk kononnya individual advancement rather than a collective one. We celebrate the likes of Ivanka Trump, corporate feminism AND THE kononnya meritocracy that comes with it. What a fucking delusional movement we have become?

Kapitalisme yang berevolusi dengan rancak mempunyai kapasiti untuk bertukar karakter.The only equality capitalism can offer is that of wealth in monetary terms – gaji setara. Ini pun belum semua dapat.

Sejak gelombang kedua feminism, ribuan wanita mula disogok untuk mencari kejayaan diluar konkongan sistem kekeluargaan atas tapak empansipasi, dan golongan wanita middle class ini mulai menjadi majority dalam tenaga kerja penggerak ekonomi .Namun 80% wanita yang mendominasi industri tekstil di dunia masih lagi ditindas. Numbers don’t matter here. Empowerment dan equality tak datang dengan serentak .

Untuk tidak lagi tergoda dengan idea bahawa gender liberation boleh dicapai dengan this pseudo women empowerment that strives upon the principle of hierarchy, the feminist movement perlu berhenti cenderong ke arah capitalism.

Instead of asking for more work, we should all ask why the fuck should we work this hard when wealth is not distributed evenly? Why the hell should I even work that much when it has brought nothing but stress-related diseases? Just like fashion, liberal feminism gagal dan hanya kosmetik semata-mata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s